Jangan nge-dorm bila tidak bisa lakukan hal ini :



Buat kamu para traveler, terutama untuk kalangan budget traveler, tentunya sangat ingin menjelajah dunia dengan budget minim, bukan ? salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan meminimalkan anggaran untuk tidur dengan cara bermalam di hostel atau dormitory room

Hostel merupakan tempat menginap yang sangat budget-oriented dengan fasilitas yang tidak sekomplit dan berkelas seperti hotel. Umumnya hostel juga menyediakan private room yang bisa dihuni dari 2 orang hingga untuk keluarga (family room). Namun kebanyakan traveler lebih suka untuk tidur di dormitory, yaitu kamar yang dihuni oleh banyak orang, bahkan hingga puluhan orang dalam satu kamar. Ya, ini serius ada dan semakin lama semakin banyak pihak-pihak yang berkecimpung membuka hostel, seiring dengan meningkatnya permintaan dari para traveler.

Namun, tidak semua traveler menyukai cara ini. Buat kamu yang tidak bisa melakukan hal-hal dibawah ini, lebih baik pikir-pikir lagi deh kalau ingin menikmati keseruan tidur di dormitory room ^^

1. Ramai

Kedatanganmu akan disambut oleh banyak orang ! ya, saat kamu tiba, bisa jadi didalam kamar sudah ada banyak orang yang telah datang lebih dahulu darimu. Sudah pasti itu yang menjadi teman bermalammu saat berada di hostel. 

2. Tahan dingin

Hostel bisa menampung hingga puluhan orang dalam satu kamar. Mereka berasal dari belahan dunia. Besar kemungkinan mereka mempunyai iklim yang berbeda dengan negara kita. Jadi wajar saja bila pihak hostel menyediakan AC untuk membuat nyaman para tamunya. Eh tapi tidak hanya AC, terkadang juga ditambahi beberapa kipas angin. Ini berarti, suhu ruangan akan semakin dingin. Mau tidak mau kalian yang tidak suka dingin harus mengalah atas situasi ini. Beberapa hostel yang baik hati akan memberimu selimut secara gratis, namun ketebalan selimut tiap hostel tidaklah sama. Sehingga belum tentu kamu bisa menghindar dari dinginnya AC dibalik selimut. Beberapa hostel lainnya memberikan selimut dengan biaya tambahan.

3. Gelap

Setiap kamar hostel umumnya mempunyai lampu utama. Lampu akan dinyalakan dari menjelang malam hingga hampir tengah malam. Biasanya sekitar pukul 10.00 pm petugas akan memadamkan lampu utama di setiap kamar hostel. Beruntunglah kalian bila menemukan hostel yang menyediakan lampu baca di setiap tempat tidur, sehingga bisa memberi sedikit pencahayaan. Namun bila tidak mendapati lampu baca, maka tamu harus melewatkan malam dalam kegelapan. 

4. Kasur sempit & susun

Masih penasaran seperti apa bentuk dormitory ? tidak jauh berbeda dengan asrama haji. Tempat tidurnya susun dan sempit. Untuk sebagian orang mungkin akan sangat tersiksa dengan kondisi seperti ini. Apalagi jika mendapatkan bagian kasur atas, harus naik turun menggunakan tangga yang belum tentu nyaman untuk diinjak. 


dormitory
Dormitory room dengan kapasitas 24 orang (lokasi : KL - Malaysia)

5. Shared toilet

Tidurnya bersama-sama, toiletpun juga. Bukan berarti mandi bersama, namun bilik toiletnya digunakan secara bergantian oleh semua tamu yang ada di hostel. Bukan tidak mungkin kamu akan menjumpai bilik yang sangat kotor. Sebenarnya bukan biliknya yang kotor. Petugas hostel selalu membersihkannya setiap hari di semua sudut. Namun yang menjadi masalah adalah kebiasaan para tamu yang tidak semuanya bisa menjaga kebersihan.


6. Shared peralatan makan

Termasuk alat makan, juga digunakan secara bergantian. Biasanya hostel hanya menyediakan sarapan berupa roti, sereal, susu, kopi dan teh. Meskipun sederhana, faktanya peralatan makan yang digunakan adalah bergantian. Setiap tamu diharuskan mencuci kembali peralatan yang telah ia pakai, agar bisa digunakan oleh tamu lainnya. Kembali mengingatkan bahwa kebersihan setiap tamu tidaklah sama dan sebenarnya aktivitas seperti ini mempunyai peluang dalam penularan penyakit tertentu.

7. Naik tangga

Bukan soal usia, namun seberapa besar tenaga yang kamu miliki untuk bisa berjumpa dengan kasur idaman. Biasanya hostel mempunyai beberapa lantai. Dimana lantai dasar untuk toko, lantai 1 untuk resepsionis, lantai 2 hingga seterusnya untuk para tamu. Beruntunglah bila kamu mendapatkan lantai 2 sehingga hanya perlu melewati puluhan anak tangga. Coba bayangkan bila kebetulan kamu mendapatkan kamar di lantai 4, berapa anak tangga yang harus dilewati? Tapi jangan khawatir, beberapa hostel bagus memiliki lift kok :)

8. Pasang-copot sprei

Buat kalian para pemalas, sepertinya akan sangat menyedihkan bila harus pasang-copot sprei sendiri. Kegiatan ini hanyalah bagi mereka para pengguna dorm. Berbeda hal dengan private room yang sudah dipasang rapi dan tamu tinggal rebahan sesuka hati, untuk dorm harus pasang sendiri. Mengapa demikian ? Karena pengguna dorm sangat banyak dan pihak hostel ingin menjamin bahwa sprei yang akan kita gunakan adalah sprei baru, makanya diberikan kesempatan untuk memasangnya sendiri. 

9. Cuci baju

Biasanya tidak disediakan laundry. Namun pihak hostel akan menyediakan mesin cuci dan juga area untuk menjemur baju di rooftop. Jadi bagi kalian yang tidak terbiasa mencuci sendiri, cara lain adalah membawa pulang pakaian kotor. Heee

10. Berantakan

Pihak hostel sudah mempersiapkan kamar serapi dan sebersih mungkin. Kembali lagi kepada para tamu yang berasal dari berbagai negara dengan berbagai tipe, termasuk tingkat kerapian yang berbeda, maka jangan heran bila di dalam kamar sangat berantakan. Baju yang seharusnya dijemur di area khusus, akan sering kamu jumpai 'bergelantungan' di dekat kasur. 

11. Rebutan charge

Biasanya dorm selalu dilengkapi fasilitas lubang charge untuk setiap kasur. Bahkan ada yang berani memberi 2 hingga 3 lubang untuk satu kasur/satu tamu. Namun tidak sedikit pula yang hanya memberikan lubang charge untuk kepentingan bersama. Misalnya, satu kamar dihuni oleh 10 orang namun pihak hostel hanya menyediakan 10 lubang yang hanya tersedia di dekat pintu masuk. Itu artinya kamu harus meninggalkan gadgetmu di dekat pintu sementara bisa saja kamu mendapatkan kasur yang paling ujung. Belum lagi apabila pengunjung lain telah menggunakan beberapa lubang untuk beberapa gadget yang mereka bawa, tentunya ada kemungkinan kamu harus antri untuk dapat men-charge gadget kamu.

12. Bau apek

Sebenarnya kondisi kamar dorm itu sangat bersih. Petugas akan membersihkan secara berkala baik di dalam maupun luar kamar. Bahkan beberapa kasur juga terkadang di jemur untuk menghilangkan bug bed. Namun karena terlalu banyak orang yang ada di dalam kamar dan dengan kegiatan yang berbeda, terkadang bau keringat mereka menumpuk di dalam kamar dan terkesan apek saat kita hendak memasuki kamar.

13. Berbagi privasi

Tentunya kita harus rela tidur dengan orang-orang yang belum kita kenal. Kebiasaan mereka, belum tentu dapat kita terima dengan baik saat berada di dormitory room. Misalnya saja seseorang tiba-tiba ganti baju didalam kamar, padahal ada tamu lain yang juga sedang berada di dalam kamar. Bagi kamu mungkin itu hal yang tidak boleh dinikmati oleh umum, namun tidak bagi dia. 

Itulah beberapa sisi lain dibalik hematnya tidur ala backpacker.
Ada yang mau menambahkan keseruan lainnya ? silahkan komen ya :)


2 comments:

  1. Replies
    1. aman kak. sejauh ini aku mencoba beberapa dorm, semuanya aman :)

      Delete

Terima kasih. Komentar anda sangat membantu penulis untuk terus memperbaiki blog ini ^^