Mengintip Kehidupan Kuno Korea Selatan

Hari pertama berada di Jeju aku gunain untuk beristirahat. Ya, karena kami semua merasa capek dan masih dalam kondisi jetlag. Maklum saja karena perjalanan yang ditempuh sangatlah panjang. Bahkan ini adalah perjalanan terjauh dan terlama yang pernah aku tempuh ! 7 jam di udara menembus awan demi sampai di Korea Selatan ini tanpa transit.

Hari kedua....

3 wanita cantik berada dalam satu kamar yang hanya memiliki 1 toilet. Karena aku yang paling muda *ehm* jadi harus menghormati yang tua dan kemudian dapat giliran masuk toilet terakhir.  Tak ingin buang waktu terlalu banyak, aku sarapan roti sebelum sikat gigi..hehee. niat hati mau nonton TV tapi aku tak paham tentang apa yang mereka bicarakan -_-

Salah satu kelemahan wanita, terlalu banyak membuang waktu demi make up dan akhirnya kami keluar dari penginapan dalam kondisi menjelang siang. Itu artinya suhu semakin panas dan waktu explore semakin berkurang.

Tujuan pertama adalah Seogwipo Folk Village *dandan ala Lee Young Ae*. Harga tiket masuk untuk dewasa adalah KRW 10.000. Namun karena kami pergi rame-rame, jadi bisa beli tiket untuk grup seharga KRW 8.000 / orang. Lumayan lah ngirit dikit buat beli toppoki.


Seogwipo Folk Village
Bangunan kuno Korea Selatan

Seogwipo Folk Village
Loket penjualan tiket

Seogwipo Folk Village
Air terjun di dekat pintu masuk

Gerbang utamanya megah. Kesan tradisionalnya sudah terasa dari awal kedatangan. Sayangnya, panasnya minta ampun dan kami belok ke toko souvenir didepan pintu utama demi......beli topi. Awalnya sih cuman mau beli topi ya. Tapi keluar toko udah nenteng belanjaan banyak banget. Anggaplah beli topi dapat bonus coklat, postcard, patung khas jeju, magnet kulkas, dan ganci gitu ya...

Seogwipo Folk Village
Souvenir Store




Seogwipo Folk Village
Kereta buat yang malas jalan kaki




Seogwipo Folk Village
Kondisi jalan yang dikelilingi pepohonan

Desanya luas dan sepi karena tidak terlalu banyak pengunjung. Nilai positifnya adalah bisa narsis sepuasnya sampe memori full hahahaa. Untunglah kami bawa botol minum sehingga bisa membantu menghilangkan haus saat menyusuri bangunan-bangunan tradisional disini. Tapi gausah khawatir, andai ga bawa minum pun tetap aman karena tersedia vending machine drink dengan kondisi minuman yang dingin dan semakin menggoda saat kepanasan.

Seogwipo Folk Village
Perahu jaman dahulu

Saat berhenti sejenak, aku melihat kereta kuda yang dihiasi oleh  bunga-bunga cantik. Hanya kereta saja. Loh mana kudanya ??? ternyata kuda berada di rerumputan dan sedang tidak dipasang di kereta. Temanku mencoba naik kuda tersebut untuk mengelilingi taman yang sudah memiliki jalur khusus kuda. Aku hanya duduk sambil mencari angin segar dibawah pohon.

Seogwipo Folk Village
Kereta kuda
Seogwipo Folk Village
Pepohonan di area Jeju Folk Village

Pernah nonton film Jewel in the Palace ? coba deh tonton dulu di youtube atau ditempat lain. Ini adalah film yang populer di tahun 2000an. nah kali ini saya sedang berada di tempat dimana film itu dibuat. Yap, tempat ini dipake buat shooting artis-artis korea gitu deh. Meski sudah belasan tahun silam, namun tempat ini masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Salut sama pemerintahan Korea Selatan yang konsisten melindungi desa Seogwipo.


Seogwipo Folk Village
BAB jaman dahulu

Seogwipo Folk Village
Photoboth dengan pakaian tradisional

Seogwipo Folk Village
Pertunjukkan musik tradisional Korea Selatan

Disini bakal menjumpai rumah-rumah tradisional yang lantainya masih berupa tanah, dinding dan pagarnya berupa susunan bebatuan besar, gentengnya masih menyerupai jerami. Khas tradisional korea banget. tidak semua bangunan bisa dilihat secara jelas ataupun masuk kedalamnya. ada beberapa yang digunakan sebagai gudang penyimpanan hasil bertani, ada yang digunakan sebagai kandang ternak, dan sebagainya. Bahkan setrika tradisional korea selatan juga masih ada. Bayangin aja nyetrika tanpa listrik, cuma modal kain yang digulung-gulung pake kayu.

Seogwipo Folk Village
Bangunan rumah kuno

Seogwipo Folk Village
Setrika jaman dahulu


Seogwipo Folk Village
Bangunan kuno

Ada juga kolam koin dimana kolam ini dipenuhi oleh ribuan atau bahkan jutaan koin. Konon katanya, barang siapa bisa melempar koin ke tengah kolam (lihat benda kecil ditengah kolam), bakal terwujud keinginannya. Ga pake lama langsung aku buka dompet dan nyari koin. heeee. Udah nyoba beberapa kali tetep aja ga bisa nyemplung ke titik tengah kolam, dan stok koinpun mulai menipis.

Seogwipo Folk Village
Kolam koin

Ga kerasa 3 jam muter-muter disini. Sebelum pintu keluar, ada semacam backdrop besar khas Dae Jang Geum dan juga mini museumnya ! lumayan spot baru lagi buat narsis.

Seogwipo Folk Village
Dae Jang Geum


Seogwipo Folk Village
Beli Toppoki

Udah puas berkhayal ala Lee Young Ae, aku pun menuju parkiran dan bersiap menuju destinasi selanjutnya :)

Kesimpulan : Tempatnya luas dan bagus banget buat memahami seperti apa sih kehidupan masyarakat Korea Selatan pada jaman dahulu. Banyak pepohonan di area ini sehingga lumayan bisa berteduh dari panasnya matahari.


Tips dari aku :

1. kalo berkunjung saat summer, datang pagi hari saat baru buka gerbangnya. Bila kesiangan, mending sore sekalian biar ga kepanasan. Pakai sunblock, topi, atau semacamnya untuk melindungi dari sengatan matahari.
2. ini tempat sepi banget. saking sepinya, berasa kaya milik pribadi. jadi mending jangan jalan sendiri disini ya.
3. buat yang jalan sama pasangan, bisa tuh sekalian pre-wedding disini. banyak spot-spot oke bila kamu jago ambil angle nya.
4. rekomendasi waktu kunjung 3-4 jam bila kamu ingin menikmati tiap sudut desa dan belajar banyak tentang kehidupan Korea di masa lalu. tapi kalo cuma buat kejar target buat foto ya sejam bisa lah sambil jalan cepat.
5. pergi rame-rame bisa makin irit. soalnya tiket masuk individu sama kelompok selisih ribuan won.


Nama : Jeju Folk Village Museum (제주민속촌박물관)
Alamat  : 107, Seopjikoji-ro, Seogwipo-si, Jeju-do
제주특별자치도 서귀포시 성산읍 섭지코지로 107
Travel Hotline: +82-2-1330  (Korean, English, Japanese, Chinese)
More info : +82-64-787-4501~2
Operating hours :
October – February 08:30 – 17:00
March 08:30 - 17:30
April – July 15th 08:30 – 18:00
July 16th – August 08:30 – 18:30
September 08:30 – 18:00
official website : Visitkorea

0 comments:

Post a comment

Terima kasih. Komentar anda sangat membantu penulis untuk terus memperbaiki blog ini ^^